Kamis, 16 Agustus 2018


Kuliner yang akan kita bicarakan ini adalah makanan khas dari Suku Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, namanya Tasak Telu. Tasak sendiri memiliki artian memasak dan Telu dalam bahasa Alas artinya adalah tiga jadi dapat kita artikan secara harfiah, Tasak Telu adalah masakan dengan tiga jenis, kenapa disebut tiga jenis? Hal ini dikarenakan bumbu masak dalam Tasak Telu dulunya hanyalah tiga jenis saja yakni cabe rawit, batang serai dan bawang merah, namun seiring jaman sudah ada penambahan bumbu dalam mengolahnya seperti penambahan asam cekala/Kecombrang untuk menghilangkan bau amis pada bebek, dan juga penambahan daun salam bagi pengidap hipertensi, semua penambahan itu disesuaikan dengan kebutuhan para penikmatnya, namun yang pasti bumbu awal dalam masakkan ini hanya memiliki tiga jenis, cabe rawit, batang serai, dan juga bawang merah.

Sedikit memberi refrensi, Tasak Telu sebenarnya juga merupakan makanan khas dari masyarakat Suku Karo, Sumatra Utara. Hal ini bisa terjadi dikarenakan kedekatan kultur budaya dan geografis antara Tanoh Alas dan Tanah Karo yang saling bertetangga, hal inilah yang menyebabkan pembauran budaya antara kedua suku tersebut berabad-abad yang lampau. Namun, terdapat juga perbedaan Tasak Telu yang ada di Tanoh Alas dengan yang ada di Tanah Karo, ini dapat kita lihat pada bumbu dan jenis daging yang dipilih, kalau di Tanah Karo daging yang digunakan dominannya adalah ayam kampung dengan penambahan bumbu seperti daun singkong, lengkuas, kelapa muda, jahe, daun jeruk, cabe rawit, batang serai, bawang putih dan terakhir darah ayam, nah bagaimana dengan yang ada di Tanoh Alas? Daging yang dominan dalam tasak telu suku Alas adalah biasanya daging bebek dengan bumbu yang lebih sederhana yakni seperti yang dijelaskan diatas hanya cabe rawit, batang serai, dan bawang merah tanpa mencampur darah bebek dalam masakan dikarenakan masyarakat suku Alas adalah pemeluk agama Islam yang taat, dalam Islam penggunaan darah hewan untuk dikonsumsi adalah haram hukumnya.

Bagaimana apakah anda sudah tertarik dalam membuatnya? Atau anda hanya tertarik dalam memakannya saja? Ahahah berikut bumbu dan cara pengolahannya, sangat simpel dan mudah dilakukan oleh siapa saja asal ada niat.

Bumbu
-Satu ekor daging bebek
-Cabe rawit (1/2 Ons/Sesuai selera)
-Batang Serai (Seikat/Sesuai selera dan jagan lupa  digeprek/dipipihkan)

Penambahan Bumbu
Asam cekala/kecombrang untuk menghilangkan bau amis pada daging bebek (Sesuai selera)
Daun salam bagi pengidap hipertensi (Sesuai selera)
Semua bumbu dimasukkan
setelah itu daging bebek

Sebagaimana yang dijelaskan diatas cara pembuatan Tasak Telu Suku Alas sangat mudah yakni terlebih dahulu merebus bahan-bahan yang sudah ada dan jangan lupa batang serai tadi dikeprek atau dipipihkan lalu masukkan ke dalam air menggelegak, setelah beberapa menit masukkan daging bebek kedalam air rebusan tersebut disertai garam secukupnya tunggulah beberapa jam atau tunggu sampai daging tersebut sampai lembek, setelah itu Tasak Telu suku Alas sudah siap disajikan, bagaimana mudah bukan? Untuk tambahan lagi biasanya tasak telu ini disajikan pada momen-momen tertentu saja seperti acara adat atau hari-hari besar umat islam
Kendiling adalah salah satu jenis makanan Lauk yang sering ada pada masyarakat perkampungan di Tanoh Alas. Jenis resep ini juga di miliki oleh daerah lain dengan perbedaan-perbedaan pengolahan, nama dan penyajian ataupun bahan-bahannya. Pada Suku jawa, sajian ini sering disebut dengan sambal tuk-tuk, namun bedanya pada sajian jawa ditambahkan bahan dapur lainnya yaitu kencur.
Kendiling itu sendiri terdiri dari berbagai macam bahan utama, ada yang menggunakan ikan teri ataupun berbagai jenis ikan tawar seperti Gabus, Mujair ataupun ikan Mas, namun cara pengolahannya tetap sama.

Pengolahan Dengan Ikan Teri
Adapun ikan teri yang telah dicuci, digonseng pada wajan dengan api yang kecil tanpa minyak sedikitpun, kemudian diaduk-aduk sampai warna dari tersebut berubah menjadi kecoklatan dan daging teri nya menjadi garing.

Pengolahan Dengan Ikan Mujair
Ikan Mujair yang telah di bersihkan kemudian dibakar di bara api setelah di beri garam dan asam jeruk Lemon (jeruk nipis) terlebih dahulu, proses pembakaran ikan ini tanpa menggunakan bumbu samasekali kecuali garam dan asam. Setelah ikan matang, maka di ambil bagian daging ikan tersebut dan pisahkan dari tulang-tulangnya, begitu juga cara untuk ikan lainnya seperti ikan Gabus, Lele ataupun ikan Mas.

Adapun bahan yang harus disiapkan untuk mengolah bahan utama yang telah disiapkan diatas cukuplah sederhana, dan hanya terdiri dari 2 jenis bahan yaitu Cabe Rawit dan Asam Sunti/Kemie (bisa diganti dengan asam Lemon atau Nipis bila tidak ada)

Cabe Rawit dan Asam Sunti/Kemie

Cara Pengolahan :
1. Siapkan Gilingan Batu/Cobek
2. masukan Cabe rawit secukupnya sesuai selera, kemudian giling.
3. setelah halus maka masukan Ikan teri ataupun daging ikan Mujair bila
membuat Kendiling ikan Mujair
4. Giling kembali seraya menambahkan asam sunti (jeruk nipis) hingga tekstur
sajian merata dan halus kasar.
5. Sajian Siap dihidangkan.

Walau terkesan sederhana dan ala kadarnya, namun sajian ini sangat nikmat apabila di nikmati pada alam terbuka dengan pemandangan hamparan sawah yang menghijau.